PERGERAKAN TNI SEIRING DENGAN PERGERAKAN LUMPUR
Press Release, 11 September 2006Sejak 28 Agustus 2006 Lapindo telah memasang pipa pembuangan lumpur ke Kali Porong dan dengan sengaja Lapindo membuang air lumpur berwarna merah tanpa treatment ke Kali Porong. Pembuangan air lumpur ini dilakukan di luberan lumpur terluar di Desa Pejarakan Kecamatan Jabon dengan menggunakan pipa karet kira-kira sepanjang 300 meter yang dipompa dengan diesel raksasa.
Di sekitar pipa pembuangan tersebut didirikan 16 barak TNI AD dengan kapasitas sekitar 40 tentara tiap baraknya. Yang berarti di Desa Pejarakan saja terdapat lebih dari 600 personil tentara. Apakah pendirian sejumlah barak Yon Zipur TNI AD di sekitar pipa pembuangan tersebut terkait dengan pengamanan pembuangan air lumpur tanpa treatment yang dilakukan oleh Lapindo ?
Sementara di seberang Kali Porong tak jauh dari pipa pembuangan air lumpur terdapat dam menuju ke Kali Mati. Dimana Kali Mati, dengan panjang sekitar 12 kilometer, lebar sekitar 50 meter, dan kedalamam 2-4 meter, disebut-sebut beberapa media sebagai salah satu rencana lokasi pembuangan lumpur Lapindo. Dan apakah pendirian sejumlah barak Yon Zipur TNI AD yang tak jauh dari dam menuju Kali Mati ini juga terkait dengan pengamanan rencana Lapindo untuk membuang lumpur ke Kali Mati ?
Dilihat dari arah pergerakannya, lumpur panas bergerak ke sisi Selatan dan Timur. Dimana di sisi Selatan terdapat Kali Porong dan Kali Mati, yang jaraknya tinggal sekitar 300 meter dari luberan lumpur terluar. Sedangkan di sisi Timur terdapat laut (Selat Madura). Apakah arah pergerakan lumpur panas ini memang telah diskenariokan Lapindo untuk mempermudah proses pembuangan lumpur baik ke badan sungai maupun ke laut tanpa proses treatment ?
Berdasarkan pengamatan Walhi Jatim di lapangan, saat ini terdapat dua jenis pipa yang digunakan Lapindo untuk membuang lumpur ke Kali Porong, Kali Mati ataupun ke laut. Pipa pertama berdiameter sekitar 12 inchi yang digunakan Lapindo untuk membuang air lumpur ke Kali Porong. Jenis pipa kedua berdiameter sekitar 50 centimeter yang dipasang di sepanjang sisi Utara Kali Porong menuju ke laut.
Dengan melihat arah pergerakan lumpur dan semakin dekatnya musim hujan, maka lumpur panas akan dengan mudah mengalir ke Kali Porong yang selanjutnya mengalir menuju laut. Dan semisal hal ini terjadi, maka bisa jadi Lapindo dengan mudah berkilah bahwa mengalirnya lumpur ke Kali Porong dan laut tanpa proses treatment diluar kuasa Lapindo.
Hal ini semakin menunjukkan niat tersembunyi Lapindo, yang sejak awal patut diduga menskenariokan pembuangan lumpur panas ke Kali Porong, Kali Mati ataupun ke laut (Selat Madura) tanpa proses treatment.
Contact Person :
Ridho Saiful Ashadi, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jatim (08155093589/ 03171116367)
Yuliani, Kadiv. Informasi, Kampanye Dan Database Eksekutif Daerah Walhi Jatim (085648027407)


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home